Wörter

Es ist einfacher sich ein neues Wort zu merken, wenn man viel darüber kennt. Hier versuche ich über gelernte Wörter den Hintergrund zu erforschen, vom Stammwort bis zu allen Ableitungen und Anwendungen. Natürlich darf dies nicht als Vollständig angesehen werden. Es geht hier mehr darum die Wörter sich merken zu können und vielleicht auch einige "Eselsbrücken" zu bauen. 

Schnellzugriff auf Wörter: Wort ins Suchfeld oben rechts eingeben und auf [Diese Site durchsuchen] klicken.
Hast Du ein Fehler entdeckt? Oder eine geniale Eselsbrücke zu einem Wort gefunden? Wie auch immer, benutze doch bitte das Kontaktformular um es mir zu übermitteln.
Siehe auch 100 Worte.

hidup - Leben

veröffentlicht um 27.01.2017, 07:54 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: hidup - das Leben, leben, lebendig, funktionieren

Ableitungen:
  • kehidupan - der Lebensunterhalt, die Lebendigkeit
  • menghidupi - ernähren, unterhalten
  • menghidupkan - angeschaltet, entfachen (Feuer), einschalten (Licht), beleben
  • penhidupan - die Lebensumstände, der Lebensunterhalt
Anwendungen:
  • hidup terus - überleben
  • huruf hidup - der Vokal
  • musik hidup - Live Musik
  • bosan hidup - lebensmüde
Kamus besar:
  • hidup/hi·dup/ v 1 masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, binatang, tumbuhan, dan sebagainya): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; 2 bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang daripada di kota besar; 3 mengalami kehidupan dalam keadaan atau dengan cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dengan hemat; 4 beroleh (mendapat) rezeki dengan jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dari berniaga; 5 berlangsung (ada) karena sesuatu: yayasan itu dapat -- karena uang sumbangan para dermawan; 6 tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dalam ingatannya; 7 masih berjalan (tentang perusahaan, perkumpulan, dan sebagainya): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; 8 tetap menyala (tentang lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; 9 masih tetap dipakai (tentang bahasa, adat, sumur, dan sebagainya): adat itu masih tetap -- dalam masyarakat; 10 ramai (tidak sepi dan sebagainya): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; 11 seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak seperti keadaan sesungguhnya (tentang lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; 12 seperti sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tentang cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; 13 seruan yang menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat;-- dikandung adat, mati dikandung tanah, pb selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat; -- di ujung gurung orang, pb orang yang hidup melarat; -- dua muara, pb mempunyai dua macam mata pencaharian; -- kayu berbuah, -- manusia biar berjasa, pb pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat; -- sandar-menyandar umpama aur dengan tebing, pb perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong; -- segan mati tak hendak, pb hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya); -- tidak karena doa, mati tidak karena sumpah, pb orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain; daripada -- bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada -- berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga), pb daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati; jauh berjalan banyak dilihat, lama -- banyak dirasa, pb sudah berpengalaman banyak; kalau bangkai galikan kuburnya, kalau -- sediakan buaiannya, pb lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil; sebaik-baiknya -- teraniaya, pb sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya;
 
  • menghidupi/meng·hi·dupi/ v 1 memelihara; memberi nafkah: setelah ayahnya meninggal, dialah yang ~ keluarganya; 2 membiarkan hidup (tidak membunuh): tentara musuh itu ~ tawanannya;
 
  • menghidupkan/meng·hi·dup·kan/ v menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup (dipakai dalam berbagai makna seperti menyalakan, membangkitkan kembali, membakar): ~ api; ~ orang mati; ~ semangat; ~ mesin mobil; ~ perkumpulan; ~ harapan;
 
  • memperhidup/mem·per·hi·dup/ v membuat lebih hidup: garis kuning itu ~ lukisan itu;
 
  • penghidupan/peng·hi·dup·an/ n pemeliharaan hidup; pencaharian: ~ orang kampung adalah bercocok tanam;
 
  • kehidupan/ke·hi·dup·an/ n cara (keadaan, hal) hidup: ~ orang di desa berbeda dengan ~ orang di kota

berangkat - fortgehen

veröffentlicht um 23.11.2016, 11:43 von Georg Ulrich Hassler   [ aktualisiert: 23.11.2016, 11:44 ]

Stammwort: berangkat - abfahren, abfliegen, aufbrechen, abreisen, fortgehen, losfahren

Ableitungen:
  • berangkatkan - abreisen lassen, wegbringen lassen
  • keberangkatan - Abreise, Abflug, Abfahrt
Anwendungen:
  • waktu berangkat - Abfahrtszeit
Kamus Besar:
 
  • berangkat/be·rang·kat/ v 1 mulai berjalan (pergi, bepergian): kereta akan segera -- , mari kita naik; 2 mulai menjadi (besar, akil balig); beranjak: anak itu sudah -- dewasa;
  • memberangkatkan/mem·be·rang·kat·kan/ v 1 melepas(kan) supaya berangkat: kepala stasiun akan segera - kereta jurusan Bogor; 2 cak membawa berangkat: para sopir sudah siap untuk - kendaraan masing-masing;
  • pemberangkatan/pem·be·rang·kat·an/ n proses, cara, perbuatan memberangkatkan;
  • keberangkatan/ke·be·rang·kat·an/ n perihal berangkat: karena surat jalan belum lengkap, -nya ditunda

mungkin - vielleicht

veröffentlicht um 23.11.2016, 11:33 von Georg Ulrich Hassler   [ aktualisiert: 23.11.2016, 11:33 ]

Stammwort: mungkin - möglich, vielleicht, eventuell

Ableitungen:
  • kemungkinan - die Möglichkeit
  • memungkinkan - etwas ermöglichen
Anwendungen:
  • sedapad mungkin - möglichst
Kamus Besar:
  • mungkin/mung·kin/ adv tidak atau belum tentu; barangkali; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil: dia tidak datang, -- ada halangan; tidak -- , tidak boleh jadi; mustahil, sedapat -- , sedapat-dapatnya; selekas -- , selekas-lekasnya;
  • memungkinkan /me·mung·kin·kan /v 1 menjadikan mungkin; menjadikan sesuatu dapat terjadi (tidak mustahil): ada faktor-faktor yang - tercapainya persetujuan antara kedua negara itu; 2 memberi kesempatan; menyebabkan dapat (berbuat, memperoleh, dan sebagainya): adanya undang-undang agraria - petani memiliki tanah garapan; 3 memandang (menganggap) mungkin (dapat terjadi): pendapat yang - orang mati dapat hidup kembali adalah khayal belaka;
  • kemungkinan/ke·mung·kin·an/ n 1 keadaan yang mungkin; keadaan yang memungkinkan sesuatu terjadi: - untuk menyelusup tanpa diketahui masih ada; 2 sesuatu yang mungkin terjadi: masih banyak - untuk menang
 

kurang - weniger

veröffentlicht um 20.05.2014, 02:00 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: kurang - weniger, minus (-), ungenügend, dürftig, fehlen  

Ableitungen: 
  • berkurang - abnehmen, nachlassen, weniger werden
  • berkekurangan - entbehren
  • dikurangi - vermindern um 
  • kekurangan - der Nachteil, Mangel, Fehler, die Not
  • mengurangi - vermindern
  • pengurangan - die Reduktion, die Kürzung, die Subtraktion
  • sekurangnya - wenigstens
  • sekurang-kurangnya - mindestens, zumindest, wenigstens
Anwendungen: 
  • kurang baik - schlecht, weniger gut
  • kurang sopan - unhöflich (schimpfwort!)
  • kurang ajar - frech, ungesittet (schimpfwort!)
  • kurang dari - weniger als
  • kurang lebih - etwa, ungefähr
  • sangat kurang - sehr wenig
  • tanda kurang - das Minuszeichen
Beispiel:
  • Karena sakit pendapatan tukang becak itu menjadi berkurang. - Weil er krank war, hat das Einkommen des Rikschafahrers abgenommen.
  • Daerah ini sangat kering. Kekurangan air adalah hal yang biasa. - Diese Region ist sehr trocken. Ein Wassermangel ist eine normale Angelegenheit.
KBBI:
  • kurang /ku·rang/ adv 1 belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; 2 (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); 3 belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; 4 (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; 5 tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; 6 sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa;
  • -- adab kurang sopan; tidak tahu adat; 
  • -- adat kurang ajar; 
  • -- air tidak cukup airnya; tidak banyak airnya; 
  • -- ajar tidak sopan; tidak tahu sopan santun; 
  • -- akal tidak berapa pandai; agak gila; 
  • -- asam cak kurang ajar; 
  • -- asin cak tidak tahu sopan santun; kurang ajar; 
  • -- bahasa tidak tahu sopan santun; 
  • -- beres 1 tidak beres; 2 cak agak gila; 
  • -- darah 1 penyakit yg disebabkan oleh tidak cukupnya butir darah merah di dl tubuh seseorang; anemia; 2 lesu; 
  • -- hati tidak bersemangat tidak berminat; 
  • -- iman mudah tergiur; mudah tergoda; 
  • -- ingat 1 agak lupa; tidak berapa ingat; 2 kurang hati-hati; 
  • -- ingatan agak gila sedikit; 
  • -- jadi tidak banyak buahnya atau tidak banyak hasilnya (tt pohon buah-buahan dsb); 
  • -- jantan penakut; pengecut; 
  • -- lebih kira-kira; lebih sedikit atau kurang sedikit; 
  • -- perhatian 1 tidak tertujunya perhatian kpd sesuatu; 2 perhatian yg terpecah-pecah dl pendidikan krn adanya perhatian yg ditujukan pd hal-hal lain di luar pelajaran 
  • -- periksa tidak tahu; 
  • -- pikir tidak dipikirkan baik-baik terlebih dahulu; 
  • -- pikiran kurang pandai; bodoh; 
  • -- sesen cak agak gila sedikit; 
  • -- tenaga 1 tidak bertenaga; tidak kuat; 2 tidak cukup orang yg bekerja; 
  • -- terima 1 tidak berterima kasih; tidak tahu membalas budi; 2 tidak puas; 3 tidak senang; 
  • -- waras keadaan kejiwaan seseorang dl keadaan tidak normal; agak gila;
  • kurang-kurang /ku·rang-ku·rang/ adv 1 kalau kurang; kalau tidak: ~ hati-hati kita bisa terjebak; 2 sangat kurang; makin kurang; ~ modal, kita bisa gulung tikar;
  • berkurang /ber·ku·rang/ v menjadi kurang (sedikit); susut semakin kurang: penyakitnya sudah ~;
  • berkekurangan /ber·ke·ku·rang·an/ v ada kekurangannya; dl keadaan serba kurang (miskin): mereka tidak ~ suatu apa pun;
  • mengurang /me·ngu·rang/ v menjadi kurang (susut): arus urbanisasi mulai ~;
  • mengurangi /me·ngu·rangi/ v 1 mengambil (memotong) sebagian: pemerintah tidak akan ~ jatah beras pegawai; 2 menjadikan berkurang: kita tidak akan ~ kewaspadaan kita; 3 menurunkan; menjadikan kurang: skandal itu telah ~ harga diri dan kehormatannya;
  • mengurangkan /me·ngu·rang·kan/ v menyebabkan kurang; menyusutkan: tindak pidana korupsi di kalangan pejabat ~ kepercayaan rakyat kpd pemerintah;
  • pengurang /pe·ngu·rang/ n Mat bilangan yg digunakan untuk mengurangi: kalau angka ~ nya lebih besar, hasilnya negatif;
  • pengurangan /pe·ngu·rang·an/ n 1 proses, cara, perbuatan mengurangi atau mengurangkan: ~ pegawai; 2 hitungan tt mengurangi; ~dan penjumlahan; 3 penyusutan; pembatasan (hak; kuota, dsb); ~ hak demokrasi; ~ kuota impor mobil;
  • kekurangan /ke·ku·rang·an / 1 v tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; 2 v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; 3 n perihal kurang; 4 n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~;~ gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas; ~ penduduk kondisi dl masyarakat dng jumlah penduduk terlalu sedikit untuk mencapai atau memelihara tujuan sosial tertentu;
  • sekurang-kurangnya /se·ku·rang-ku·rang·nya/ adv setidak-tidaknya; serendah-rendahnya: ~ tamatan sekolah menengah atas

harga - Preis

veröffentlicht um 02.04.2014, 07:22 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: harga - der Preis, die Kosten

Ableitungen:
  • berharga - kosten
  • menghargai - ehren, achten, schätzen
  • penghargaan - die Wertschätzung

Kamus Besar:

  • har·ga n 1 nilai barang yg ditentukan atau dirupakan dng uang: mobil ini sangat mahal -- nya; 2 jumlah uang atau alat tukar lain yg senilai, yg harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pd waktu tertentu dan di pasar tertentu; 3 ki kehormatan (diri): tahu akan -- dirinya; 4 ki guna (arti, kepentingan, kabar, dsb): saran itu dianggap tidak ada -- nya untuk diperhatikan;ada rupa ada -- , pb harga barang ditentukan oleh keadaan barang;
    • -- asli Man jumlah uang yg dikeluarkan untuk membeli barang;
    • -- baku harga yg menjadi dasar harga;
    • -- banderol harga menurut yg tertulis pd pita cukai (yg ditetapkan oleh pemerintah);
    • -- beli harga pd waktu membeli;
    • -- bersaing cak harga dijamin lebih murah dp yg lain;
    • -- borongan harga yg ditetapkan untuk barang dl jumlah besar;
    • -- catut harga (karcis dsb) yg dibeli pd tukang catut;
    • -- diri kesadaran akan berapa besar nilai yg diberikan kpd diri sendiri;
    • -- eceran harga tiap satuan barang;
    • -- EZ harga dasar yg ditetapkan oleh pemerintah;
    • -- gelap harga yg melanggar ketentuan pemerintah;
    • -- gila harga yg terlalu mahal;
    • -- hidup -- mati denda adat (di Manado) yg dijatuhkan kpd seseorang yg melukai atau membunuh orang;
    • -- jadi harga yg disepakati sesudah tawar-menawar;
    • -- jual harga pd waktu menjual;
    • -- karet harga yg dapat ditawar (bukan harga mati);
    • -- kawin maskawin;
    • -- mati harga yg tidak dapat ditawar lagi;
    • -- melawan cak harga yg lebih murah dp yg ditawarkan oleh penjual lain;
    • -- miring cak harga lebih murah dp biasa;
    • -- nominal harga menurut yg tertulis;
    • -- obral harga yg diturunkan; harga murah;
    • -- pas harga yg tidak dapat ditawar lagi; harga mati;
    • -- pasar harga penjualan di pasaran umum;
    • -- pemerintah harga yg ditetapkan oleh pemerintah;
    • -- perdana harga yg ditawarkan pertama kali;
    • -- perkakas merimba Huk sejumlah uang yg harus dibayarkan menurut adat suku Batak krn mengambil alih sawah dr warga masyarakat setempat yg pindah;
    • -- pokok harga yg diperhitungkan dr ongkos pembuatan, bahan baku, dsb (belum mengambil untung);
    • -- pokok penjualan jumlah biaya yg dikeluarkan untuk pengadaan barang yg telah terjual atau jasa yg telah diberikan;
    • -- pokok produksi jumlah biaya yg dikeluarkan untuk membuat barang;
    • -- resmi harga yg ditentukan oleh instansi pemerintah;
    • -- runcit harga eceran
    • -- tercatat harga resmi suatu barang sebelum dikurangi dng potongan;
    • -- terendah harga termurah untuk suatu barang atau jasa, biasanya ditetapkan oleh pemerintah;
    • -- tertinggi harga termahal untuk suatu barang atau jasa, biasanya ditetapkan oleh pemerintah;
    • -- tunai harga yg dibebankan jika pembayaran diselesaikan dl waktu yg ditentukan, yaitu lazimnya dl 30 hari;
    • -- umpan harga produk atau jasa yg sangat rendah yg ditawarkan untuk menarik pelanggan beralih ke produk atau jasa lain; 
 
  • ber·har·ga 1 v mempunyai harga: barang antik itu ~ jutaan rupiah; 2 v berguna; bermanfaat: nasihatnya sangat ~ bagi kami; 3 v mempunyai harga tinggi; mahal harganya: kami tidak memiliki barang-barang ~; 4 a bernilai; tinggi nilainya; penting: dokumen pribadi dan surat-surat ~ lainnya dititipkannya di bank;
  • meng·har·gai v 1 memberi (menentukan, membubuhi) harga: dia terlalu tinggi ~ barang-barang dagangannya; 2 menaksir harganya; menilaikan: ia ~ barang itu terlalu rendah krn tidak tahu kegunaannya; 3 menghormati; mengindahkan: setiap orang harus ~ dan memuliakan orang tuanya; 4 memandang penting (bermanfaat, berguna, dsb): kami dapat ~ saran Saudara;
  • meng·har·ga·kan v 1 menawarkan sesuatu dng menyebutkan harganya: pedagang buah itu ~ jeruknya dng harga yg terlalu tinggi; 2 menghargai;
  • peng·har·ga·an n perbuatan (hal dsb) menghargai; penghormatan: terimalah ini sbg tanda ~ kami kpd Tuan
Beispiel:
  • Baru tiga hari lalu ada penurunan harga, katanya. - Erst vor drei Tagen war ein Rückgang der Preise zu beobachten, sagte er.

mengganggu - stören

veröffentlicht um 02.04.2014, 06:40 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: ganggu - stören, belästigen

Ableitungen:
  • gangguan - die Störung, die Widrigkeit
  • mengganggu - stören, belästigen
  • terganggu - gestört, verhindert
  • pengganggu - necken
Kamus Besar:
  • gang·gu 1 v, meng·gang·gu v 1 menggoda; mengusik: pemuda itu suka ~ gadis yg lewat; 2 merintangi; menyebabkan tidak berjalan sebagaimana mestinya (tt keadaan umum, kesehatan badan, dsb): pawai yg tidak teratur dapat ~ kelancaran lalu lintas; asap knalpot dapat ~ kesehatan badan; 3 merisaukan (tt hati, pikiran): kepergian gadis itu telah ~ hatinya; 4 merusak suasana: kehadirannya yg tidak diharapkan itu telah ~ pertemuan yg semula penuh tawa riang; 5 mendatangkan kekacauan (kerusuhan dsb): gerombolan penjahat itu sering ~ keamanan kota;~ hati merusuhkan hati; ~ pikiran mengganggu hati;
  • ter·gang·gu v 1 terhalang; mendapat rintangan: perjalanan sedikit ~ krn adanya peristiwa kecelakaan di jalan; 2 tergoda: hatinya ~ oleh rayuan asmara; 3 kurang sehat; tidak normal (tt kesehatan, pikiran, jiwa): pikirannya ~; 4 tidak lancar; terhenti (untuk sementara): sekolahnya ~ krn ketiadaan biaya; 
  • gang·gu·an n 1 halangan; rintangan; godaan; 2 sesuatu yg menyusahkan; 3 hal yg menyebabkan ketidakwarasan atau ketidaknormalan (tt jiwa, kesehatan, pikiran); 4 hal yg menyebabkan ketidaklancaran;~ jiwa 1 ketidakseimbangan jiwa yg mengakibatkan terjadinya ketidaknormalan sikap tingkah laku; 2 penyakit psikis yg dapat menghambat penyesuaian diri;
  • peng·gang·gu n orang yg (suka) mengganggu; penggoda; pengusik;
  • peng·gang·gu·an n proses, cara, perbuatan mengganggu
Beispiel:
  • Nyamuk ini menggangu tidur saya. - Diese Mücke stört meinen Schlaf.

habis - fertig

veröffentlicht um 02.04.2014, 06:30 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: habis - das Ende, der Schluss, aufgebraucht, beendet, fertig


Ableitungen:
  • habis-habisan - bis zum letzten, restlos
  • kehabisan - ausgegangen, ausverkauft, vergriffen
  • menghabisi - beenden, umbringen
  • menghabiskan - aufbrauchen, konsumieren, fertigstellen, vollenden, vollbringen
  • penghabisan - letzte   
  • sehabis - nachdem 
Anwendungen: 
  • terbakar habis - abbrennen   
  • terkuras habis - völlig ausgeschöpft   
  • tiada habis-habisnya - unerschöpflich   
Kamus Besar:
  • ha·bis 1 v tidak ada yg tinggal lagi (krn sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dsb); tidak bersisa: semua barang dl gudang itu -- terbakar; 2 v selesai: pertunjukan sudah hampir --; 3 v tamat: bacalah buku itu sampai --; 4 v sudah sampai pd batas waktu yg ditentukan: kontraknya telah --; 5 v keluar biaya: untuk pergi ke tempat pekerjaannya, ia -- enam ratus rupiah setiap hari; 6 p sesudah; setelah: -- mandi dan sarapan, anak-anak berangkat ke sekolah; 7 adv kalau begitu (tidak begitu); maka: -- , sampai kapan kita dapat tahan hidup begini; 8 n akhir: ia berjanji akan membayar utangnya -- bulan;-- perkara, nasi sudah menjadi bubur, pb tidak ada gunanya dibicarakan lagi; -- manis sepah dibuang, pb sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb);
    • -- akal hilang akal, tidak tahu apa yg harus diperbuat;
    • -- bulan akhir bulan;
    • -- tempo sudah sampai pd batas waktu yg ditentukan; kedaluwarsa;
  • ha·bis-ha·bis a habis benar-benar; sampai habis sama sekali: tidak ~ (nya), tidak putus-putusnya; tidak berkesudahan;memakan ~ , menyuruh hilang-hilang, pb jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dng sebaik-baiknya;
  • ber·ha·bis v membuang-buang (uang, tenaga, waktu): ~ tenaga, ~ uang; ~ waktu;~ air, ki terlalu lama berunding atau bercakap-cakap;
  • meng·ha·bisi v 1 menyudahi; mengakhiri: beliau ~ pidatonya dng harapan agar hadirin dapat membantu usaha itu; 2 ki menghilangkan nyawa; membunuh: perampok telah ~ penghuni rumah itu;
  • meng·ha·bis·kan v 1 menyelesaikan: ia berhasil ~ sisa pe-kerjaannya dl waktu singkat; 2 menjadikan habis; memakai (membelanjakan, memakan, dsb) hingga habis: ia ~ dua piring nasi; ia ~ hartanya di meja judi; 3 menamatkan: ia ~ novel yg tebal itu dl satu malam;~ umur membuang-buang waktu untuk berbuat yg kurang baik;
  • ter·ha·bis·kan v dapat dihabiskan: krn ia lapar, makanan sebanyak itu ~ olehnya;
  • ha·bis-ha·bis·an adv 1 hingga habis sama sekali (tidak ada yg tertinggal): rumah orang kaya itu telah dirampok ~; 2 terlampau sangat: krn kesalahan itu, ia dicaci maki ~;
  • peng·ha·bis·an n 1 yg terakhir: aku akan berangkat dng kereta api ~; 2 kesudahan; akhir: ~ nya ia juga yg menang;
  • ke·ha·bis·an v 1 sudah habis (terpakai atau terjual): mobil itu mogok krn ~ bensin; mereka yg datang terlambat akan ~ karcis; 2 kehilangan: orang tua itu sudah ~ akal;~ ikhtiar tidak dapat berbuat apa-apa lagi;
  • se·ha·bis p kata penghubung untuk menandai waktu sesudah; setelah: ~ makan, mereka berangkat;
  • se·ha·bis-ha·bis·nya adv 1 hingga habis semuanya (tidak bersisa sedikit pun): buah-buahan sekeranjang mereka makan ~; 2 hingga yg penghabisan sekali: ~ , harga kain itu Rp20.000,00 per meter; 3 teramat sangat; sejadi-jadinya: anak itu menangis ~
Beispiel:
 
  • Si Gendut yang menghabiskan seluruh makanan. - Es war Gendut der all die Nahrung zur Neige gebracht hatte.
 

di - in

veröffentlicht um 02.04.2014, 06:24 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: di - in, auf, an, bei


Anwendungen:
  • di mana - wo?
  • di sana - dort
   
Kamus Besar:
  • di 1 p 1 kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; 2 cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; 3 Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; 4 Mk dari: jauh -- mata
  • di 2 kp adi, msl dipati adipati; diraja adiraja

Beispiel:

  • Di Jakarta. - In Jakarta.
  • Di mana ada gula di situ ada semut. - Wo es Zucker hat, dort hat es auch Ameisen. (Sprichwort - peribahasa)

lagi - wieder

veröffentlicht um 26.03.2014, 09:56 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: lagi - wieder, noch, von neuem, gerade

Ableitungen:
  • selagi - während
  • lagi-lagi - immer wieder
  • lagian - sowieso
Anwendungen:
  • sekali lagi - nochmals
  • apa lagi - noch etwas
  • sampai bertemu lagi - auf Wiedersehen
  • sampai jumpa lagi - bis zum nächsten mal
Kamus Besar:
  • lagi /la·gi / 1 adv sedang (dl keadaan melakukan dsb); masih: jangan berisik, ayah -- tidur; 2 adv tambah sekian (atau sedemikian) pula:tunggu sebentar --; 3 adv kembali (berbuat dsb) spt semula; berulang spt semula; pula: kemarin sudah menonton, sekarang hendak menonton --;4 p dan; serta; juga: anak itu pandai -- rajin; istrinya muda, cantik, -- kaya; 5 p partikel yg dipakai untuk menekankan kata atau kalimat yg mendahuluinya (mengandung makna; sama sekali, betul-betul, amat sangat, dsb): kekejaman tentara penjajah sungguh tak terkatakan --; penderitaan rakyat Kamboja sudah tidak tertahan --;
    • -- pula lebih-lebih; dan lagi; tambahan pula; 
    • -- pun lagi pula;
  • lagi-lagi /la·gi-la·gi/ adv berulang lagi; kembali lagi: ~ mau pinjam uang; ~ kau berkelahi dng dia;
  • lagian /la·gi·an/ adv cak lagi pula; tambahan lagi: ~ apa gunanya aku datang;
  • selagi /se·la·gi/ adv 1 selama (masih, belum); sementara (masih, belum): ~ hayat dikandung badan, tidak akan lupa; 2 ketika; pd masa; semasa: pd malam hari, ~ orang tidur, ia keluar dr tempat persembunyiannya
Beispiel:
  • Lagi apa, mas? - Was machst du gerade?
  • Lagi makan - Bin am essen.

ibu - Mutter

veröffentlicht um 26.03.2014, 09:47 von Georg Ulrich Hassler

Stammwort: ibu - Mutter, Frau (Anrede)

Anwendungen:
  • bu - Kurzform von ibu zur Andrede - Frau 
  • ibu kota - Hauptstadt
  • ibu jari - Daumen
  • ibu kunci - Türschloss
  • bahasa ibu - Muttersprache
Kamus Besar:
  • ibu n 1 wanita yg telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --; 2 sebutan untuk wanita yg sudah bersuami; 3 panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum; 4 bagian yg pokok (besar, asal, dsb): -- jari; 5 yg utama di antara beberapa hal lain; yg terpenting: -- negeri; -- kota;
    • -- akar akar yg utama; pokok akar; 
    • -- angkat wanita yg mengambil dan memelihara anak orang lain; ibu dr anak angkat; 
    • -- ayam induk ayam; 
    • -- bapak orang tua; ayah dan ibu; 
    • -- jari jari yg paling besar, terletak di bagian dalam kalau kedua tangan atau kaki dijajarkan tertelungkup; empu jari; jempol; 
    • -- kaki empu kaki; 
    • -- kandung ibu yg melahirkan (ibu sendiri); 
    • -- kota kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, tempat dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif; kota yg menjadi pusat pemerintahan; 
    • -- kota kabupaten tempat kedudukan pusat pemerintahan tingkat kabupaten atau Daerah Tingkat II; 
    • -- kota kota madya tempat kedudukan pusat pemerintahan kota madya atau Daerah Tingkat II; 
    • -- kota negara tempat kedudukan pemerintah pusat suatu negara atau pusat pemerintahan negara; 
    • -- kota provinsi tempat kedudukan pusat pemerintahan Daerah Tingkat I atau provinsi; 
    • -- mertua ibu dr suami atau istri; 
    • -- negara istri kepala negara; istri presiden: -- negara baru-baru ini mendampingi Presiden ke luar negeri; 
    • -- negeri kota yg menjadi pusat pemerintahan; ibu kota; 
    • -- panah busur; 
    • -- pasir pasir yg kasar-kasar; 
    • -- permandian Kat wanita yg bertindak sbg pelindung pd waktu upacara permandian (pembaptisan), kadang-kadang juga menjadi pelindung dl kehidupan selanjutnya; 
    • -- pertiwi tanah air; tanah tumpah darah; 
    • -- pungut wanita yg dl upacara tertentu bertindak sbg ibu; 
    • -- rumah tangga wanita yg mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga, istri (ibu) yg hanya mengurusi berbagai pekerjaan dl rumah tangga (tidak bekerja di kantor); 
    • -- sungai sungai yg besar dan bercabang-cabang; 
    • -- suri ibunda raja atau ratu; 
    • -- susu wanita yg menyusui anak yg bukan anak kandungnya; 
    • -- tangan ibu jari tangan; 
    • -- tangga 1 bambu (kayu) yg diberi beranak tangga; 2 bagian tangga yg dipakai sbg pegangan ketika dipanjat; 
    • -- tiri sebutan anak kpd istri ayahnya (wanita itu bukan ibu kandungnya);
  • ber·i·bu v 1 mempunyai ibu: sekarang saya tidak ~ lagi; 2 menganggap atau menyebut ibu: kami ~ kpd perempuan yg baik hati itu;
  • ke·i·bu·an a bersifat spt ibu (lemah lembut, penuh kasih sayang, dsb); kewanitaan: perasaan ~ biasanya cepat tumbuh pd anak perempuan
Beispiel:
  • Apa kabar bu? - Wie geht's Ihnen (Frau)?
  • Ibu sudah makan? - Haben Sie schon gegessen (Frau)?

1-10 of 83