Wörter‎ > ‎

hidup - Leben

veröffentlicht um 27.01.2017, 07:54 von Georg Ulrich Hassler
Stammwort: hidup - das Leben, leben, lebendig, funktionieren

Ableitungen:
  • kehidupan - der Lebensunterhalt, die Lebendigkeit
  • menghidupi - ernähren, unterhalten
  • menghidupkan - angeschaltet, entfachen (Feuer), einschalten (Licht), beleben
  • penhidupan - die Lebensumstände, der Lebensunterhalt
Anwendungen:
  • hidup terus - überleben
  • huruf hidup - der Vokal
  • musik hidup - Live Musik
  • bosan hidup - lebensmüde
Kamus besar:
  • hidup/hi·dup/ v 1 masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, binatang, tumbuhan, dan sebagainya): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; 2 bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang daripada di kota besar; 3 mengalami kehidupan dalam keadaan atau dengan cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dengan hemat; 4 beroleh (mendapat) rezeki dengan jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dari berniaga; 5 berlangsung (ada) karena sesuatu: yayasan itu dapat -- karena uang sumbangan para dermawan; 6 tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dalam ingatannya; 7 masih berjalan (tentang perusahaan, perkumpulan, dan sebagainya): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; 8 tetap menyala (tentang lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; 9 masih tetap dipakai (tentang bahasa, adat, sumur, dan sebagainya): adat itu masih tetap -- dalam masyarakat; 10 ramai (tidak sepi dan sebagainya): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; 11 seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak seperti keadaan sesungguhnya (tentang lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; 12 seperti sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tentang cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; 13 seruan yang menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat;-- dikandung adat, mati dikandung tanah, pb selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat; -- di ujung gurung orang, pb orang yang hidup melarat; -- dua muara, pb mempunyai dua macam mata pencaharian; -- kayu berbuah, -- manusia biar berjasa, pb pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat; -- sandar-menyandar umpama aur dengan tebing, pb perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong; -- segan mati tak hendak, pb hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya); -- tidak karena doa, mati tidak karena sumpah, pb orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain; daripada -- bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada -- berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga), pb daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati; jauh berjalan banyak dilihat, lama -- banyak dirasa, pb sudah berpengalaman banyak; kalau bangkai galikan kuburnya, kalau -- sediakan buaiannya, pb lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil; sebaik-baiknya -- teraniaya, pb sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya;
 
  • menghidupi/meng·hi·dupi/ v 1 memelihara; memberi nafkah: setelah ayahnya meninggal, dialah yang ~ keluarganya; 2 membiarkan hidup (tidak membunuh): tentara musuh itu ~ tawanannya;
 
  • menghidupkan/meng·hi·dup·kan/ v menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup (dipakai dalam berbagai makna seperti menyalakan, membangkitkan kembali, membakar): ~ api; ~ orang mati; ~ semangat; ~ mesin mobil; ~ perkumpulan; ~ harapan;
 
  • memperhidup/mem·per·hi·dup/ v membuat lebih hidup: garis kuning itu ~ lukisan itu;
 
  • penghidupan/peng·hi·dup·an/ n pemeliharaan hidup; pencaharian: ~ orang kampung adalah bercocok tanam;
 
  • kehidupan/ke·hi·dup·an/ n cara (keadaan, hal) hidup: ~ orang di desa berbeda dengan ~ orang di kota
Comments